Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi,
serta kerasnya persaingan hidup, waktu dan tenaga bagi semua
orang adalah taruhan dalam upaya mereka untuk memelihara
kelangsungan hidup. Tidak peduli siang atau malam, hujan ataupun
tidak mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang. Hanya untuk
sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Namun yang menjadi masalah
sekarang adalah, pertama waktu terbatas hanya 24 jam dan yang
kedua adalah ???TIDAK SELAMANYA KITA BEKERJA???.
Bagaimana caranya???
UBAH PARADIGMA ANDA DALAM MENGHASILKAN INCOME !!!
Bekerja keras tidaklah cukup untuk menjamin semuanya itu, belum
lagi kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan demi menggapai
impian yang begitu besar. Lalu bagaimana Anda bisa mewujudkan
impian tanpa dipusingkan oleh semuanya itu? Kuncinya adalah
menemukan bisnis/usaha yang paling tepat!!
Paradigma umum orang menghasilkan income adalah ??? Bekerja untuk
mencari uang??? dengan mengorbankan waktu dan tenaga untuk
bekerja. Apa masalahnya sekarang??!! Tidak selamanya kita terus
menerus bekerja karena ada saatnya kita memasuki masa pensiun/tua,PHK,
stress, depresi dengan urusan kantor, belum kalo sakit, kemudian
harus meluangkan waktu untuk keluarga, belum lagi beban hidup
yang semakin berat. Sekarang saatnya anda mengubah paradigma
lama itu dengan paradigma sukses. Yaitu bekerja untuk membangun
aset/jaringan.
Bekerja mencari uang bisa saja mencapai impian.
Tapi masalahnya BUTUH BERAPA TAHUN ??!, CUKUPKAH GAJI ANDA
SEKARANG INI UNTUK MENCAPAI IMPIAN? .
Disini Saya akan mencoba menjelaskan suatu konsep ???
BEKERJA MEMBANGUN ASET??? .
sebagai gambarannya, saya akan memberikan sebuah cerita dimana
cerita ini menunjukkan betapa pentingnya kita membangun sebuah
aset.
Alkisah ada dua orang bersaudara bernama Pablo dan Bruno. Mereka
berdua bekerja sebagai pembawa ember, mengangkut air yang
dibutuhkan desa tempat tinggal mereka dengan imbalan sekian
rupiah per ember. Dalam hal ini mereka membarterkan ember yang
mereka bawa dan waktu untuk mendapatkan uang. Sementara Pablo
bekerja, ia berpikir bagaimana mengerjakan tugas tersebut dengan
lebih efisien, dengan ide untuk membangun saluran pipa yang
dapat mengalirkan air dari sumbernya ke desa.
“Bruno, saya punya rencana,” kata Pablo keesokan harinya saat
mereka mengambil ember- ember dan berangkat menuju ke
sungai.”Daripada kita mondar-mandir membawa-bawa ember hanya
untuk mendapatkan beberapa penny per hari, kenapa kita tidak
sekalian saja membuat sebuah saluran pipa dari sungai ke desa
kita”. Bruno menghentikan langkahnya seketika. “Saluran pipa!
lde dari mana itu ?!!” seru Bruno.
Bruno tidak tertarik dan mentertawakan ide Pablo. Namun, Pablo
sangat yakin akan impiannya, dan memutuskan untuk mengerjakan
proyek tersebut sendirian. Sementara itu, Bruno hidup dengan
nyaman bahkan cenderung mewah karena pekerjaan membawa ember
ternyata memberikan penghasilan yang memadai. Bruno dapat
membeli rumah, kendaraan, dan keperluan lainnya, serta tak
ketinggalan juga mentraktir teman-teman minum di kedai kopi.
Pekerjaan Pablo memang berat karena harus bekerja ekstra, sambil
membangun saluran pipa, ia masih harus bekerja di siang hari
untuk menghidupi keluarganya.
Dari hari menjadi minggu, dari minggu menjadi bulan bahkan
akhirnya hitungan tahun Pablo bekerja siang malam tak kenal
lelah membangun saluran pipa.
Mula-mula hanya beberapa meter, kemudian menjadi ratusan meter,
hingga akhirnya puluhan kilometer saluran pipa berhasil
menghubungkan sumber air ke desanya. Ketika akhirnya pekerjaan
itu rampung, seluruh desa menjadi senang karena mendapat pasokan
air yang terus-menerus dari saluran pipa tersebut, tak peduli
siang atau malam.
Seluruh desa tak lagi kuatir pasokan terhenti ketika pembawa
ember sedang sakit atau berlibur. Pablo pun mendapat penghargaan
atas jasanya, serta penghasilan yang berlimpah, seperti pipa
yang mengalirkan air. Sekarang Pablo tak perlu lagi mengangkut
air dengan menggunakan ember. Sementara itu, kondisi Bruno
semakin memprihatinkan karena tenaganya semakin berkurang
dimakan waktu dan punggungnya semakin bongkok menopang beban.
Jika tidak bekerja, ia tidak akan mendapatkan penghasilan… (
Cuplikan dari buku “Parable of The Pipeline” karya Burke Hedges
)
JIKA Anda terkejut dengan saduran cerita saya di atas, silahkan
anda baca penjelasannya di bawah ini “Siapakah Anda?” Seorang
pembawa ember? Ataukah seorang pembuat saluran pipa? Apakah Anda
hanya mendapatkan gaji kalau Anda datang ke tempat pekerjaan,
seperti Bruno Si Pengangkat ember ? Ataukah Anda termasuk orang
yang bekerja hanya sekali saja kemudian Anda dibayar terus
menerus, seperti Pablo pembuat saluran pipa? Yang saya maksud
bukan pembuat saluran pipa air ledeng, tapi pipa penghasilan !!!
Menurut Burke Hedges (penulis the parable of the pipeline), cara
paling ideal saat ini untuk memiliki saluran pipa adalah dengan
Network Marketing/Personal Frenchise. ???cara membangun usaha
yang menghasilkan income yang berkesinambungan seperti sebuah
saluran pipa yang mengalirkan airnya tanpa peduli siang ataupun
malam???
sumber:
1. Parable of The Pipeline - Burke Hedges
2. Cashflow Quadrant - Robert Kiyosaki
